Wednesday, March 2, 2011
Lampard
| Personal information | |||
|---|---|---|---|
| Full name | Frank James Lampard[1] | ||
| Date of birth | 20 June 1978 (1978-06-20) (age 32)[1] | ||
| Place of birth | Romford, London, England | ||
| Height | 1.84 m (6 ft 1⁄2 in)[2] | ||
| Playing position | Midfielder | ||
| Club information | |||
| Current club | Chelsea | ||
| Number | 8 | ||
| Youth career | |||
| 1994–1995 | West Ham United | ||
| Senior career* | |||
| Years | Team | Apps† | (Gls)† |
| 1995–2001 | West Ham United | 147 | (24) |
| 1995–1996 | → Swansea City (loan) | 9 | (1) |
| 2001– | Chelsea | 320 | (105) |
| National team‡ | |||
| 1997–2000 | England U21 | 16 | (9) |
| 1999– | England | 82 | (20) |
Anelka
| Informasi Pribadi | |||
|---|---|---|---|
| Nama lengkap | Nicolas Sebastien Anelka[1] | ||
| Tanggal lahir | 14 Maret 1979 (umur 31)[2] | ||
| Templat lahir | Versailles, France | ||
| Tinggi | 6 ft 1 in (1,85 m) [3] | ||
| Posisi bermain | Striker / Winger | ||
| Informasi klub | |||
| Klub saat ini | Chelsea | ||
| Nomor | 39 | ||
| Karir muda | |||
| 1983–1993 | Trappes SQ FC | ||
| 1993–1995 | Clairefontaine [4] | ||
| Karir senio* | |||
| Tahun | Tim | Apps† | (Gls)† |
| 1995–1997 | Paris Saint-Germain | 10 | (1) |
| 1997–1999 | Arsenal | 65 | (23) |
| 1999–2000 | Real Madrid | 19 | (2) |
| 2000–2002 | Paris Saint-Germain | 39 | (10) |
| 2002 | → Liverpool (loan) | 20 | (4) |
| 2002–2004 | Manchester City | 89 | (37) |
| 2004–2006 | Fenerbahçe | 55 | (16) |
| 2006–2008 | Bolton Wanderers | 53 | (21) |
| 2008– | Chelsea | 84 | (31) |
| National team‡ | |||
| 1997 | France U20 | 3 | (0) |
| 1998–2010 | France | 69 | (14) |
Villa
Full name : David Villa Sánchez
Date of birth : 3 December 1981
Place of birth : Langreo, Spain
Height : 1.75 m (5 ft 9 in)
Playing position : Striker
Current club : Barcelona
Number : 7
Youth career :
1991–1999 Langreo
Senior career :
1999–2001 Sporting Gijón B
2001–2003 Sporting Gijón
2003–2005 Zaragoza
2005–2010 Valencia
2010– Barcelona
National team :
2000–2003 Spain U21
2005– Spain
Club career
Sporting de Gijón and Real Zaragoza
Villa dated spare-time activity from many Asturian teams, but one of the province's greater teams, Real Oviedo, documented that he was too short and that they did not consider he had adequate potential. He subsequently received his representative innovation at his provincial club Sporting de Gijón, pursuing in the footsteps of his childhood idol Quini. Starting out at the team's youth ranks, he organised his first-team début in the 2000–01 season. After scoring 25 objectives in couple seasons, he became a first team regular. Pepe Acebal, the Sporting Gijon overseer at the time, said that Villa earlier lacked the stamina to have a real impact and had to be given his chance bit by bit and that Villa's size for task was "unrivalled".
"He had great systematic qualities. His first touch was lovely and, even so you can never be sure someone will generate it, you could tell he was talented. He creates very proficient diagonal runs, contravening away from defenders, and he invariably organised the right decisions. He is very intuitive."
Date of birth : 3 December 1981
Place of birth : Langreo, Spain
Height : 1.75 m (5 ft 9 in)
Playing position : Striker
Current club : Barcelona
Number : 7
Youth career :
1991–1999 Langreo
Senior career :
1999–2001 Sporting Gijón B
2001–2003 Sporting Gijón
2003–2005 Zaragoza
2005–2010 Valencia
2010– Barcelona
National team :
2000–2003 Spain U21
2005– Spain
Club career
Sporting de Gijón and Real Zaragoza
Villa dated spare-time activity from many Asturian teams, but one of the province's greater teams, Real Oviedo, documented that he was too short and that they did not consider he had adequate potential. He subsequently received his representative innovation at his provincial club Sporting de Gijón, pursuing in the footsteps of his childhood idol Quini. Starting out at the team's youth ranks, he organised his first-team début in the 2000–01 season. After scoring 25 objectives in couple seasons, he became a first team regular. Pepe Acebal, the Sporting Gijon overseer at the time, said that Villa earlier lacked the stamina to have a real impact and had to be given his chance bit by bit and that Villa's size for task was "unrivalled".
"He had great systematic qualities. His first touch was lovely and, even so you can never be sure someone will generate it, you could tell he was talented. He creates very proficient diagonal runs, contravening away from defenders, and he invariably organised the right decisions. He is very intuitive."
Friday, February 11, 2011
uan smp
Ujian Nasional (UN) merupakan istilah bagi penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Berbagai polemik yang berkepanjangan mengenai Ujian Nasional di Indonesia tampak baik bagi demokrasi di negeri ini. Tapi satu hal yang jangan terlupa bahwa siswa peserta UN jangan sampai dibuat ragu atau takut tentang kepastian Ujian Nasional sebagai sarana untuk mengukur kemampuan mereka di bangku sekolahnya. Walaupun UN mengundang pro dan kontra tapi hendaknya tetap di jalur yang semestinya, karena bagaimana pun para siswa terutama siswa SMA / MA adalah para calon Agent of Change yang akan berperan untuk membawa perubahan-perubahan konstruktif bagi negeri ini. Oleh karena itu agar keraguan berkurang di kalangan dunia kependidikan, kami dari Tim Ujian Nasional mencoba menyampaikan beberapa hal yang dipandang penting terutama dalam hal dalam kebijakan UN 2011 yang tentunya diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa agar mereka cukup persiapan dalam menghadapi Ujian Nasional 2011.Kami persembahkan Situs ini untuk kemajuan Bangsa Indonesia khususnya di bidang Pendidikan. Tim Ujiannasional.org didukung oleh Admin yang berpengalaman di bidang pendidikan pada umumnya.Sukses Ujian Nasional tahun 2011 Walaupun masih tetap dalam pro dan kontra mengenai penyelenggaraan ujian nasional. Pemerintah masih tetap akan melaksanakan Ujian nassional untuk tahun 2011. Untuk meraih sukses dalam ujian nasional tahun 2011 khususnya untuk mata pelajaran IPA, ikuti ulasan berikut:
Kegagalan dalam ujian nasional sering bukan karena kemampuan, tetapi lebih banyak disebabkan oleh ketidak siapan mental peserta didik dan orang tua serta para dalam menghadapinya, sehingga UN dianggap sebagai momok yang sangat menakutkan. Pemikiran dan pendapat semacam itu hanya akan menyebabkan frustasi dan kalah sebelum perang. Artinya anda sudah gagal sebelum ujian dilaksanakan. Lantas bagaimana menghadapinya?
UN pasti datang, suka atau tidak anda harus menghadapinya, maka hal terbaik yang dapat dilakukan adalah:
1. Yakin dan percayalah anda akan dapat menyelesaikan soal ujian nasional dengan belajar keras dan tanpa lelah
2. Berdoa kepada Tuhan untuk mendapatkan karunianya, sehingga ketenangan dalam menghadapi ujian tetap tertanam dalam hati.
3. Belajar dan terus belajar untuk memperkaya pengetahuan dan pemahaman
4. Pelajari standart yang diinginkan untuk mencapai kelulusan.
Sunday, February 6, 2011
Wednesday, February 2, 2011
sejarah sepak bola
Menurut Bill Muray, pakar sejarah sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, sepak bola sudah dimainkan sejak awal Masehi. Saat itu, orang-orang di era Mesir Kuno sudah mengenal permainan membawa dan menendang bola yang dibuat dari buntalan kain linen. Sejarah Yunani Purba juga mencatat ada sebuah permainan yang disebut episcuro, permainan menggunakan bola. Bukti itu tergambar pada relief-relief di dinding museum yang melukiskan anak muda memegang bola bulat dan memainkannya dengan paha.
Sepak bola juga disebut-sebut berasal dari daratan Cina. Dalam sebuah dokumen militer disebutkan, sejak 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, orang-orang sudah memainkan permainan bola yang disebut tsu chu. Tsu mempunyai arti "menerjang bola dengan kaki". Sedangkan chu, berarti "bola dari kulit dan ada isinya". Mereka bermain bola yang terbuat dari kulit binatang dengan cara menendang dan menggiringnya ke sebuah jaring yang dibentangkan pada dua tiang.
Jepang pun tidak mau ketinggalan. Sejak abad ke-8, konon masyarakatnya sudah mengenal permainan ini. Mereka menyebutnya sebagai Kemari. Bolanya terbuat dari kulit kijang berisi udara.
Yang menarik, ada legenda pada abad pertengahan. Konon saat itu, seluruh desa mengikuti satu permainan bola. Bola yang terbuat dari tengkorak, ditendang satu diantara warga ke arah desa tetangga. Kemudian, oleh si penerima bola di desa itu, bola dilanjutkan ditendang ke desa selanjutnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)










